Karya Batik terexpresi dengan dukungan pembatik tulis kaum perempuan ini, ditangan mereka terlahir karya batik sebagai warisan budaya non-benda. Mahakarya batik hanya mungkinn diciptakan berkat ketekunan dan kesabaran serta keluguan kaum ibu-ibu di desa ini. Namun masih kurang perhatian bagi nasib mereka dikemudian hari apabila kecintaan terhadap "Batik Tulis" memudar. Akan punah generasi pembatik baru karena hilangnya tradisi pembatikan tulis ini. Dimohon berbagai pihak swasta dan pemerintah dapat mempunyai kepedulian bagi pengrajin batik tulis, agar pengakuan UNESCO tetap lestari.

Kami pengrajin batik tulis dan cap, mengalami kendala sulitnya pemasaran batik tulis ini. Pembatik Tulis akan tersisihkan penghasilannya sebagai kehidupan keseharian. Sungguh ironis ditengah eviora batik, mereka menangis sedih.
BalasHapusYayasan Batik Indonesia harus nmembuat survey-survey nasib pengrajin batik ini. Kemajuan pembatikan tidak berarti bila mereka terpuruk.
BalasHapusKepunahan generasi pembatik tulis dapat mengancam pelestarian pengakuan batik yang hanya ada di Indonesia. Kementerian terkait dapat mengusulkan RABN untuk Pengrajin Batik Tulis, dengan memotivasi dan bantuan permodalan juga pemasarannya.
BalasHapus