Selasa, 08 November 2011

Kemeja Batik Tulis


Pembatik Tulis

Karya Batik terexpresi dengan dukungan pembatik tulis kaum perempuan ini, ditangan mereka terlahir karya batik sebagai warisan budaya non-benda. Mahakarya batik hanya mungkinn diciptakan berkat ketekunan dan kesabaran serta keluguan kaum ibu-ibu di desa ini. Namun masih kurang perhatian bagi nasib mereka dikemudian hari apabila kecintaan terhadap "Batik Tulis" memudar. Akan punah generasi pembatik baru karena hilangnya tradisi pembatikan tulis ini. Dimohon berbagai pihak swasta dan pemerintah dapat mempunyai kepedulian bagi pengrajin batik tulis, agar pengakuan UNESCO tetap lestari.

Biru Laseman Batik


BATIK KRAKEL

Salah satu cara penyelesaiann batik atau memproses batik setelah kain dibatik atau dicap, dengan tidakm melakukan pekerjaan kerokann atau lorodan pada tengah-tengah proses adalah sebagai berikut : (1) Dicap klowong dengan lilin klowong yang lemah; (2) Dicap tembokan, digunakan lilin tembokan yang kuat, (3) Diwedel atau dicelup biru dan variasinya : merah, violet, hijau tua.Kain dicuci bersih. (4) Direndam dalam larutan kostik soda yang agak pekat dan disikat. (4) Kain dicelup warna soga, atau coklat sebagai fariasi dicelup warna lain oranye, kunig, hijau, biru. (5) Meremuk lilin untuk mendapatkan warna yang baik. (6) Kain dilorod. Menghasilkan "Batik Krakel". Yaitu titik dan cecek tidak berwarna putih. Sumber : Seri Bipk 20, penyaji : Drs.H.Ch.Faurozi.,M.Si. Untuk pengkreasi batik dan tehnik pembatikan Indonesia.Hp.08522206116.

Kamis, 28 April 2011

ZAT PEWARNA ALAMI (NATURAL DYEING)

ZAT WARNA ALAMI yaitu zat pewarnaan pada Batik yang menggunakan bahan alam (natural) dari tumbuhan dan binatang. Dari bagian tumbuh-tumbuhan misalnya : akar, batang kayu, kulit (best), daun dan bunga (kuncup) dari binatang : getah uang ( Lac Dye). Dahulu sebelum Indonesia di banjiri zat warna sinthetis, orang mempergunakan zat warna dari tumbuh-tumbuhan dan binatang. Karena mungkin siasat perdagangan penjajah, maka bangsa Indonesia tidak diberi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan penyelidkan tentang zat warna alam yang dipakai dari Indonesia sendiri (S.K.Sewan Susanto, S.Teks, Seni Kerajinan Batik Indonesia), Dengan demikian pengetahuan dan cara pemakaian zat warna alam makin lama makin ditinggalkan dan banyak yang tidak mengetahui. Untuk hal ini telah dilakukan riset tentang "gambir" zat warna tetumbuhan dan "daun teh" oleh Bpk. Sewan Susanto.  Zat warna dari tumbuhan misalnya : daun pohon nila, kulit pohon soga tinggi, kayu pohon soga tegeran, Cudrania Javanensis, Pelthophorum Ferrrugieum, Kayu Soga Jawa ( soga-sapang) Kulit Pohon Soga-Kenet, akar- mengkudu, Morinda Citrifelia, Symplocos Fasciluta, Curcuma, dll. Ilustrasi pewarnaan zat alami saat ini banyak dilakukan riset dan pengembangan.Ilustrator : Drs.H.Ch.Faurozi..,M.Si. Lecturer of Political Sains .   Bandung.

Senin, 11 April 2011

BATIK LUKIS

batik tulis kontemporer, seniman-seniman batik di daerah Pekalongan menggunakan kreativitasnya dalam membuat design batik untuk kemeja yang pas menurut ukuran dan posisi motif didepan dada (muka) yang tepat bersambungan dengan jahitan yang rapi. Filosofis batik ini menggunakan motif parangrusak pada lingkaran matahari warna merah, lambang elitisme. Lingkaran putih ornamen G filosofis China Glory atau kemenangan rangkaian bunga disekelilingnya ciri khas Batik Pekalonganm warna dasar hitam adalah keabadian. Dapat dipesan dan dimiliki dengan harga Rp.250 ribu ke Batik Canting Cap Hp. 0852222066116 (H.Faurozi) batikcantingcap@yahoo.co.id

BATIK RENGSI

 
Batik Rengsi yaitu suatu proses pembatikan batik tulis yang baru pada tahapan "Rengsi Batik" dimana motif dasar batik telah dilekati lilin malam sebagai perintang warna (wax resint) dan belum diberi warna sama sekali masih putihan. Dahulu "rengsi batik " ini telah dapat dipasarkan atau diperjual belikan  kepada pengrajin batik tulis perorangan (individual) sebagai usaha sampingan atau hobbi membatik karena keterbatasan permodalan untuk proses pewarnaan yang banyak memerlukan sarana pembatikan. Tahapan nyoletan, popokan, bironan, melorod, memberi tanahan memopok kembali, mengelir sogan dan melorod kembali dikenal sebagai "mbabar pindo" memerlukan keahlian dan biaya yang sangat mahal. Oleh karena itu pada tahapan rengsian batik sudah dapat diperjual belikan.Saat ini "rengsi batik " sangat langka yang diperjual-belikan, namun kami dapat mensuplai rengsi-rengsi batik tersebut dalam berbagai motif batik tulis menurut pakemnya dengan ornamen binatang, flora, design kontemporer pemain olah raga, dsb. Hubungi kami di : batikcantingcap@yahoo.co.id atau Hp.085222066116 (H.Faurozi) Tersedia bermacam-rancangan motif batik siap rengsi, kain sutera dan katun primissima, atau sejenisnya ukuran standar 2.25 cm x 1.15 cm. atau sesuai permimntaan.