ZAT WARNA ALAMI yaitu zat pewarnaan pada Batik yang menggunakan bahan alam (natural) dari tumbuhan dan binatang. Dari bagian tumbuh-tumbuhan misalnya : akar, batang kayu, kulit (best), daun dan bunga (kuncup) dari binatang : getah uang ( Lac Dye). Dahulu sebelum Indonesia di banjiri zat warna sinthetis, orang mempergunakan zat warna dari tumbuh-tumbuhan dan binatang. Karena mungkin siasat perdagangan penjajah, maka bangsa Indonesia tidak diberi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan penyelidkan tentang zat warna alam yang dipakai dari Indonesia sendiri (S.K.Sewan Susanto, S.Teks, Seni Kerajinan Batik Indonesia), Dengan demikian pengetahuan dan cara pemakaian zat warna alam makin lama makin ditinggalkan dan banyak yang tidak mengetahui. Untuk hal ini telah dilakukan riset tentang "gambir" zat warna tetumbuhan dan "daun teh" oleh Bpk. Sewan Susanto. Zat warna dari tumbuhan misalnya : daun pohon nila, kulit pohon soga tinggi, kayu pohon soga tegeran, Cudrania Javanensis, Pelthophorum Ferrrugieum, Kayu Soga Jawa ( soga-sapang) Kulit Pohon Soga-Kenet, akar- mengkudu, Morinda Citrifelia, Symplocos Fasciluta, Curcuma, dll. Ilustrasi pewarnaan zat alami saat ini banyak dilakukan riset dan pengembangan.Ilustrator : Drs.H.Ch.Faurozi..,M.Si. Lecturer of Political Sains . Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar